·
Teori
Dikte (Inspirasi Mekanis)
Ini
adalah salah satu teori yang ekstrem, yang mengatakan bahwa para penulis
Alkitab hanyalah seperti mesin atau alat rekam. Mereka mendengar
"Penyataan" dari Allah kemudian langsung menuliskannya kata demi
kata, sama persis seperti apa yang Tuhan katakan, sehingga sama sekali tidak
melibatkan kepribadian maupun pikiran para penulis itu. Teori ini beranggapan
bahwa para penulis berfungsi sebagai alat atau juru tulis yang menuliskan apa
yang dikatakan Allah.
·
Teori
Penyesuaian (Inspirasi Dinamis)
Allah
menyesuaikan diri dengan keterbatasan para penulis. Itulah sebabnya ada
ditemukan beberapa kekhilafan/kesalahan di dalam Alkitab.
·
Teori
Pengawasan (Inspirasi Organis)
Allah
berdaulat mengawasi dan mengatur latar belakang, riwayat keturunan, dan keadaan
sekitar dari masing-masing penulis Alkitab. Sehingga pada saat menuliskan
Alkitab, mereka menyadari bahwa mereka menggunakan kata-kata mereka sendiri,
namun juga menyadari bahwa itu merupakan firman Allah karena mereka telah
diperbarui rohnya dan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah. Jadi, meskipun
para penulis adalah orang-orang berdosa, hal itu tidak menjadi penghalang
karena mereka dipimpin oleh Allah. Hal itu menjamin bahwa tulisan-tulisan itu
tidak mungkin salah dalam bahasa aslinya. Itulah sebabnya setiap kitab yang
ditulis oleh masing-masing penulis mempunyai gaya bahasa yang berbeda,
perbendaharaan kata tertentu, dan penekanan berita yang tertentu juga.
Langkah-langkah Roh
Kudus dalam menggerakkan penulis untuk menulis Alkitab:
a. Allah telah memilih dan
mempersiapkan para penulis jauh sebelum Dia menggerakkan para penulis itu untuk
menulis Alkitab.
·
Allah memilih para penulis sebelum mereka dilahirkan.
·
Allah menempatkan mereka pada situasi yang sesuai dengan
kedaulatan-Nya.
·
Allah kadang memilih orang yang memunyai pengalaman langsung.
·
Allah juga menggerakkan penulis untuk terlebih dulu menyelidiki
fakta-fakta.
b. Menunggu Waktu Allah.
·
Allah menggerakkan para penulis untuk berkhotbah terlebih dulu,
baru kemudian menuliskannya.
·
Roh Kudus dicurahkan kepada para penulis untuk menyatakan
firman-Nya secara langsung untuk dituliskan.
·
Roh Kudus dicurahkan kepada penulis untuk menulis hal-hal yang
sudah diketahuinya.
·
Roh Kudus menggerakkan penulis untuk menulis apa yang
dikehendaki-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar