Rabu, 01 April 2015

PENGORBANAN YESUS DI KALVARI (IBRANI 10:12-18)



PENGORBANAN YESUS DI KALVARI (IBRANI 10:12-18)
Kesedihan Yesus sebagai manusia 100% ( di samping ilahi 100%) dimulai dari saat Yesus bergumul di taman Getsemani. Kita melihat saat itu, Yesus sebagai manusia 100% ( di samping ilahi 100%) merasakan kesedihan yang luar biasa mulai dari Yesus bergumul dan berdoa di taman Getsemani. Dia sebagai manusia 100% ingin supaya Ia tidak sampai menanggung kematian di kayu salib, akan tetapi Dia berdoa : Ya Bapa, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi jangan biarkan kehendakKu yang jadi melainkan kehendak Bapa di sorga yang terjadi.  Yesus berdoa sebanyak 3 x untuk doa yang sama. Mengapa ia sedih? Karena ia tahu, jika ia menanggung dosa manusia, Allah Bapa meninggalkan Yesus Kristus karena Allah tidak bisa berhubungan dengan dosa. Tapi, ia tidak memaksa Allah Bapa mengabulkan keinginanNya tapi ia mengizinkan Allah Bapa menjalankan rencanaNya.
Ada 3 macam bentuk penderitaan Yesus:
1. Penderitaan fisik. Dimana Yesus dicambuk sebanyak 39x cambukan.
2. Penderitaan batiniah atau mental. Dimana Yesus diolok-olok, pakaian atau jubahnya dirobek-robek dan bahkan Yesus diejek dan dalam peristiwa itu Yesus dihina, jikalau engkau Anak Allah, suruh malaikat untuk membantu Engkau dan turunlah dari kayu salib.
3. Penderitaan rohani. Pada saat prosesi kematian Yesus di kayu salib, penderitaan Yesus tidak sampai di situ karena Allah Bapa meninggalkan Yesus saat Ia disalib menebus dosa manusia. Ini dibuktikan dalam perkataanNya di kayu salib yang ke-4 ” Eloi, Eloi, lama sabakhtani” artinya” Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? ” Allah Bapa meninggalkan Yesus Kristus yang menderita bukan karena kesalahannya tapi karena kesalahan umat manusia dan Allah Bapa meninggalkan Yesus karena Yesus sedang menanggung dosa manusia dan dosa tidak dapat bersekutu dengan Allah.
Alasan Dia mau berkorban.
1. Karena kasihNya yang besar pada manusia. ( Yoh 3:16)
2.  Kalau Ia tidak disalib maka kita ketahui bahwa manusia akan hidup dalam dosa, dalam kesakitannya di kayu salib dia menebus dosa manusia, dia menghancurkan belenggu dosa manusia, supaya manusia beroleh keselamatan bukan kematian kekal( neraka). Karena dalam Roma 6:23 dikatakan” Upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Karunia Allah itu adalah anugrahNya kematian di kayu salib di bukit Golgota.

Selasa, 10 Februari 2015

True Love

Kasih Sejati

John dan Andy bersahabat sejak kecil.  Saat mereka remaja, pecahlah perang dunia kedua.  Mereka berdua harus ikut wajib militer.  Mereka ditugaskan di garis depan medan perang.  Pada suatu pagi yang berkabut, kapten mereka memimpin mereka untuk menyerang markas musuh.  Namun, sinar matahari telah menghapus kabut itu sebelum mereka sampai di dekat markas musuh.  Mereka pun langsung terlihat oleh musuh.  Musuh segera menembak mereka secara membabi buta.  Mereka kemudian berusaha lari menyelamatkan diri, termasuk John dan Andy.  Sesampainya di markas, ternyata John tidak ada.  Andy segera meminta ijin kepada kaptennya untuk mencari Andy di daerah musuh.  Tentu saja kapten itu menolak karena itu sangat berbahaya.  Bisa jadi John juga telah meninggal.  Namun, Andy tidak menghiraukan larangan kaptennya.  Ia pergi mencari John. 

Setengah jam kemudian Andy kembali dengan berlumuran darah.  Sang kapten pun marah besar dan berkata: “Apa kubilang, John sudah mati dan kau pun tertembak.  Sungguh sia-sia”  Andy berkata: “Tidak sia-sia, karena aku mendengar kata-kata terakhirnya”  Karena penasaran, sang kapten bertanya lagi” “Memangnya apa yang ia katakan sampai kau rela mempertaruhkan nyawamu?”  

John berkata: “Saya tahu kau pasti akan kembali mencariku, aku mengasihimu sahabatku”  Dia mengatakannya sambil tersenyum puas.  Oleh karena kasihnya kepada John, Andy rela mempertaruhkan nyawanya untuk mencari sahabatnya ini.  Memang usaha Andy ini tampaknya sia-sia karena Andy tertembak dan John meninggal.  Namun, sebenarnya hal ini tidak sia-sia karena sampai akhir hidupnya, John melihat bahwa Andy, sahabatnya ini tetap mengasihi dia.