PENGORBANAN YESUS DI KALVARI (IBRANI 10:12-18)
Kesedihan Yesus
sebagai manusia 100% ( di samping ilahi 100%) dimulai dari saat Yesus bergumul
di taman Getsemani. Kita melihat saat itu, Yesus sebagai manusia 100% ( di
samping ilahi 100%) merasakan kesedihan yang luar biasa mulai dari Yesus
bergumul dan berdoa di taman Getsemani. Dia sebagai manusia 100% ingin supaya
Ia tidak sampai menanggung kematian di kayu salib, akan tetapi Dia berdoa : Ya
Bapa, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi
jangan biarkan kehendakKu yang jadi melainkan kehendak Bapa di sorga yang
terjadi. Yesus berdoa sebanyak 3 x untuk doa yang sama. Mengapa ia sedih?
Karena ia tahu, jika ia menanggung dosa manusia, Allah Bapa meninggalkan Yesus
Kristus karena Allah tidak bisa berhubungan dengan dosa. Tapi, ia tidak memaksa
Allah Bapa mengabulkan keinginanNya tapi ia mengizinkan Allah Bapa menjalankan
rencanaNya.
Ada 3 macam bentuk penderitaan Yesus:
1. Penderitaan fisik. Dimana Yesus
dicambuk sebanyak 39x cambukan.
2. Penderitaan batiniah atau mental.
Dimana Yesus diolok-olok, pakaian atau jubahnya dirobek-robek dan bahkan Yesus
diejek dan dalam peristiwa itu Yesus dihina, jikalau engkau Anak Allah, suruh
malaikat untuk membantu Engkau dan turunlah dari kayu salib.
3. Penderitaan rohani. Pada saat
prosesi kematian Yesus di kayu salib, penderitaan Yesus tidak sampai di situ
karena Allah Bapa meninggalkan Yesus saat Ia disalib menebus dosa manusia. Ini
dibuktikan dalam perkataanNya di kayu salib yang ke-4 ” Eloi, Eloi, lama
sabakhtani” artinya” Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? ” Allah
Bapa meninggalkan Yesus Kristus yang menderita bukan karena kesalahannya tapi
karena kesalahan umat manusia dan Allah Bapa meninggalkan Yesus karena Yesus
sedang menanggung dosa manusia dan dosa tidak dapat bersekutu dengan Allah.
Alasan
Dia mau berkorban.
1. Karena kasihNya yang besar pada
manusia. ( Yoh 3:16)
2. Kalau Ia tidak disalib maka
kita ketahui bahwa manusia akan hidup dalam dosa, dalam kesakitannya di kayu
salib dia menebus dosa manusia, dia menghancurkan belenggu dosa manusia, supaya
manusia beroleh keselamatan bukan kematian kekal( neraka). Karena dalam Roma
6:23 dikatakan” Upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang
kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Karunia Allah itu adalah anugrahNya
kematian di kayu salib di bukit Golgota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar